HDMI Dukung Implementasi 8 Asta Kementerian Ekraf Melalui Penguatan Industri Mebel Berbasis Desain dan Kekayaan Intelektual

Adminhdmi/ March 5, 2026/ Uncategorized/ 0 comments

Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) menghadiri audiensi bersama jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang dipimpin oleh Teuku Riefky Harsya di Ruang Menteri 1, Gedung Thamrin Nine, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, HDMI menyampaikan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri mebel Indonesia melalui program kerja yang telah disusun dan dikembangkan.

“HDMI siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung dan membantu menghidupkan eknomi kreatif di bidang industri mebel dan kriya. Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, desainer dan pelaku industri akan mampu menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan industri mebel Indonesia,” ujar Bintang Maulana Zakariya selaku Ketua Umum Himpunan Desainer Mebel Indonesia.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran desain, inovasi, serta perlindungan kekayaan intelektual sebagai faktor utama dalam meningkatkan nilai tambah produk mebel nasional di pasar domestik maupun global. Ketua Pembina HDMI, R.M. Satya Brahmantya, menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan alami yang sangat besar dalam industri mebel, terutama dari sisi ketersediaan bahan baku.

“Desainer di Indonesia sebenarnya memiliki privilege karena natural resource untuk bahan baku kita sangat bagus, contohnya kayu jati, rotan, bambu, dengan ribuan spesies dan jenis yang tersebar di berbagai daerah. Kita perlu bersaing di nilai tambah, material, skill, karakter, dan storytelling,” ujar Brahm.

HDMI menilai bahwa arah kebijakan pengembangan ekonomi kreatif melalui konsep 8 Asta Ekraf merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia. Oleh karena itu, HDMI menyatakan kesiapan untuk berkontribusi aktif dalam implementasi berbagai program yang mendukung pengembangan subsektor desain produk dan industri mebel.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa subsektor mebel memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dalam program kementerian.

“Ini menarik karena mebel juga termasuk dalam subsektor kriya, dan sudah memiliki industri yang kuat. Mungkin ke depannya mebel bisa masuk ke dalam kategori di dalam program akselerasi kami,” ujar Yuke.

Sinergi antara Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan HDMI diharapkan mampu memperkuat posisi desainer mebel Indonesia tidak hanya sebagai produsen berbasis sumber daya alam, tetapi sebagai kreator dengan nilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global. Melalui sinergi ini, HDMI berharap penguatan desain berbasis kekayaan intelektual dapat semakin mendorong pertumbuhan industri mebel nasional, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di tingkat internasional.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Umum Himpunan Desainer Mebel Indonesia Bintang Maulana Zakariya; Dewan Pembina R.M. Satya Brahmantya, Ira Samri, dan Ade Fajarwati; serta Ketua Bidang Humas dan Indutsri, Rizal Fauzan. Sementara itu, mendampingi Menteri Ekraf hadir Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan beserta jajaran staff.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*